Insiden Monas ( FPI ) Bisa Picu Konflik Harizontal

Juni 3, 2008 at 10:31 am 4 komentar

Buntut kerusuhan di Monas Minggu 1 Mei lalu, bukan tak mungkin bakal berbuntut pada konflik harizontal. Pemerintah harus segera mengambil tindakan.

Insiden penyerangan oleh massa yang tergabung dalam Laskar Islam terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama, Berkeyakinan (AKKBB) terus bergulir menjadi bola salju.

Bukan mustahil bola salju ini akan menggelembung menjadi konflik harizontal, jika pemerintah atau aparat terkait tak segera mengambil tindakan antisipasi.

Perseteruan berbuntut kekerasan yang sebetulnya dipicu isu soal keberadaan Ahmadiyah ini, kini telah meluas menjadi konflik antara Front Pembela Islam dengan beberapa ormas keagamaan, khususnya dari Nahdlatur Ulama.

Desakan pembubaran FPI pun makin kencang. Bahkan, Garda Bangsa dan Ormas Kepemudaan NU mengancam akan melakukan pembubaran paksa, jika polisi tidak juga mengambil tindakan.

Hal ini terjadi karena ada salah seorang kiai NU dari Majalengka yang menjadi korban penganiayaan kelompok laskar Islam saat insiden penyerangan di Monas itu.

Dari Monas, kasus ini terus menjalar ke beberapa daerah. Di Cirebon, Jogya dan Jember misalnya, plang FPI dirobohkan sekelompok massa.

Situasi makin memanas, setelah Habib Rizieq Shihab,orang nomor satu di FPI, menyerukan kepada anggotanya di daerah untuk melakukan perlawanan jika diserang.

FPI dan AKKBB pun sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Masing-masing merasa telah jadi korban dalam insiden di Monas itu.

Dapat dibayangkan, jika sikap anarkis dari pihak yang berteru itu makin memanas, bisa jadi bakal terjadi saling serang. Yang memperihatinkan, mereka akan sama-sama berteriak ‘Allahu Akbar’.

Membayangkan hal itu, teringat akan hadis Rasulullah yang intinya menyatakan bahwa ‘Islam akan hancur oleh perseteruan antar umat Islam sendiri.’

Sebagai muslim, tentu kita tak menginginkan hal itu terjadi. Apalagi Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia.

Ada baiknya, permasalahan ini diselesaikan dengan kepala dingin meski hati panas. Karena sesama muslim kita adalah saudara. Jangan jadikan perbedaan untuk perpecahan.

Kepada pemerintah dan aparat terkait diharapkan perannya untuk lebih aktif dan arif menyelesaikan akar dari permasalahan ini.

Para pengamat dan tokoh politik maupun tokoh keagamaan pun sebaiknya jangan melontarkan pernyataan yang membuat panas suasana. Jika berkomentar, berilah masukan yang bijak.

Ingatlah jika konflik harizontal terjadi, maka rakyat lah yang akan menderita. Sementara  pihak luar yang punya kepentingan akan perpecahan di negeri ini akan tertawa karena merasa menang..(Btt) , Berita8.com

Iklan

Entry filed under: Politik.

FPI Laporkan 289 Nama ke Polda Metro Jaya MUI : Makin Cepat SKB Keluar, Makin Baik

4 Komentar Add your own

  • 1. obi sandy  |  Juni 4, 2008 pukul 6:06 pm

    no comment. hidup indonesia. Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi. ijanganlah kita saling menyalahkan dan saling menyakiti. Dunia semakin dekat dengan kehancuran. perbaikilah diri kita sendiri. jangan menghakimi orang lain. tetapi hakimi diri kita. apakah kita sudah benar di hadapan-Nya

    Balas
  • 2. Shera V  |  Juni 6, 2008 pukul 3:07 am

    Maaf sblm nya… tapi melihat dari kejadian2 sebelumnya jg, tolong de jgn menyelesaikan mslh secara anarkis, seperti pemukulan atau perusakan dsb.. kata nya “Pembela”, tapi klo menyelesaikan masalah nya selalu lewat cara begitu, apa yang dibela? justru itu tindakan seperti memojokan kita sendiri sebagai Kaum Muslim. Karena bertindak dengan membawa nama Agama, tapi tindakannya tidak mencerminkan seperti orang ber Agama. Maaf klo ada salah ngmng, saya hanya bermaksud agar kedepan nya Lebih Baik! Terima Kasih..

    Balas
  • 3. Muhammad Zaini Ardiyanto  |  Juni 7, 2008 pukul 12:50 pm

    Untuk Umat Islam di indonesia. ingatlah kita umat yang diharapkan hancur oleh umat lain, jadi menjadikan hati kita semakin panas dengan kejadian antar umat islam, sikapi dengan hati yang dingin dan jangan terpengaruh oleh propokator lain. karna hakikatnya dia akan menjerumuskan kita kepada kehancuran.

    Balas
  • 4. killr  |  Oktober 17, 2008 pukul 2:49 am

    organisasi kurang kerjaan, gebukin orang melulu, menghancurkan indonesia, suka makan babi, tereaknya allahuakbar tapi sambil ngegebukin orang, mending dibubarin aja, jangan mau menang sendiri, hukum mati habieb rizieq, munarman makan babi, apa beda ama orang kafir?, jahat, mampus aja lu, bilangnya paling bener, kenyataanya, paling salah dalam segala hal, kalo mau nyelesein masalah kan bisa secara baek2,ini, sambil kekerasan, maonya apa coba?, duit?,ketenaran?,sembako?, rokok? uang jajan ?
    Heh bocah tau malu donng !!!!!! DADA… BYE ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

RSS Widdi.co

Feeds

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

RSS Berita.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: