10 Tahun Reformasi Hanya Di Nikmati Politisi !!

Mei 21, 2008 at 5:48 am Tinggalkan komentar

Hari ini sudah 10 tahun reformasi berjalan di Indonesia. Kata Reformasi sendiri pertama-tama muncul dari gerakan pembaruan di kalangan Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16, yang dipimpin oleh Martin Luther, Ulrich Zwingli, Yohanes Calvin.

Reformasi di Indonesia ditandai dengan mundurnnya Almarhum H.M.Soeharto sebagai presiden akibat tuntutan para mahasiswa dan pelajar serta aktivis politik yang kala itu tidak puas akan kepemimpinan penguasa Orde Baru tersebut.

Para aktivis yang tergabung dalam satuan aksi tersebut terdiri dari para elemen mahasiswa seperti PMII,HMI,KAMMI, LMND, IPNU,PEMKRI,GMKI dan beberapa elemen pelajar serta masyarakat lainnya.

Dalam gabungan aksi tersebut yang juga didukung oleh Senat Mahasiswa serta elemen organisasi taktis seperti Forkot, Famred dan FAM ini merupakan bentuk kesadaran para elemen muda Indonesia untuk merubah nasib bangsa ini.

Tuntutan reformasi birokrasi, hukum, ekonomi, politik, HAM, buruh dan lainnya kini belum sesuai harapan masyarakat. Tak heran jika sekarang banyak rakyat berharap kondisi lebih baik. “Lebih enak jamannya Soeharto “, aku Sumarti (45) pedangang asongan di Jakarta.

Jika kita tengok lagi reformasi sebenarnnya telah membawa banyak aktivis  menduduki kursi empuk di lembaga pemerintahan.

Lihat saja Gus Dur, Megawati, Amin Rais, AM Fatwa atau nama yang belum dikenal banyak masyarakat seperti Fahri Hamzah yang sudah duduk di kursi dewan yang seharusnya berbicara lantang sebagai mantan aktivis, ternyata masih jauh membawa harapan.

Tak hanya mereka yang mendapatkan angin surga akibat adannya reformasi, beberapa aktivis 98 pun kini sudah menduduki partai-partai ternama.

Budiman Sujatmiko-PDIP, Muhamad Lutfie – Golkar dan masih banyak lagi para mantan ativis 98 berkecimpung di berbagai lembaga, namun sampai sekarang perubahan yang sudah berjalan 10 tahun belum bisa dirasakan oleh masyarakat secara umum, khususnnya perekonomian.

Reformasi yang sudah cukup umur ini justru hanya membawa para segelintir aktivis yang menikmati hasil jerih payah dan darah para korban politik pada era 98.

Sia-sia sudah jika kondisi ini tidak segera diantisipasi oleh kaum muda sebagai penerus generasi bangsa. Darah dan Air mata serta bangku kuliah yang ditingalkan hanya isapan jempol yang sudah usang.(Fz)

Iklan

Entry filed under: Politik.

100 Tahun Kebangkitan Nasional: Merdeka dari Utang Mengenang Bang Ali ; Tokoh Kontroversial yang Melahirkan Karya Sensasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

RSS Widdi.co

Feeds

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

RSS Berita.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: