Khayal Sang Pemulung
Mei 24, 2008
Profesi pedagang minyak tanah keliling sebentar lagi mungkin tidak akan dapat kita jumpai ditanah air, apa lagi di Jakarta.
Era minyak tanah semakin temaram tak ada lagi teriakan “minyaaak” dipelosok-pelosok kampung.
Yang ada hanya teriakan para demonstran menuntut jangan naikan harga BBM dan mereka juga tahu betapa pahit dan semakin terhimpitnya hidup sebagai rakyat kecil yang notabene mayoritas di republik tercinta ini.
Sementara rakyat kecil itu sendiri tampak tidak acuh terhadap wacana, silang pendapat para pakar yang setuju dan tidak, pada rencana pemerintah menaikan harga BBM.
Mereka tetap asik bergulat dengan kegiatan untuk menafkahi diri dan keluarga. Urusan mereka tak jauh dari isi perut dan pendidikan anak. Rakyat kecil tidak lagi mampu berteriak, yang ada hanya peluh dan keluh mengais rezeki untuk makan hari ini. Urusan hari esok yach gimana besok sajalah !
Ironis memang, apapun yang trjadi rakyat hanya bias berharap mudah-mudahan para pengambil keputusan bias lebih peka terhadap penderitaan rakyat kecil.
Sambil berseloroh Sukijan yang sehari-hari berprofesi pemulung yang dulu sempat menjadi tukang minyak tanah keliling didaerah pinggir selatan Jakarta angkat bicara : “Biar para pejabat Negara lebih peka, bagaimana kalau dibuatkan acara reality show pejabat nginap digubuk kami dan hidup seperti kami ?” ujarnya berkhayal sambil tersenyum kecut. Mungkinkah !? (Em/Fir). Berita8.com
Entry Filed under: Sosial. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Kang Heri | Mei 24, 2008 at 7:03 pm
kalau dibuatkan acara reality show pejabat nginap digubuk rakyatnya yg miskin? gak lahhh, mana mungkn….. kalau pun mau itu pasti muatanya politis… hanya cari simpati.
2.
ardi | Desember 15, 2008 at 8:07 am
koq rasa-rasanya orang kecil kaya kita semakin susah aja ya untuk hidup di negeri kita tercinta INDONESIA, bagaimana solusi pemerintah untuk menyikapi hal ini